Assalamu'alaikum.Namaku Mufizdul,seorang remaja yang ingin
sedikit membagikan kisah hidupnya tentang tempat yang saat ini aku sebut
sebagai tempat tercinta.
Aku awalnya tinggal di
sebuah perumahan buruh swasta yang berada di Desa Kuala Dua,Kubu Raya
Kalimantan Barat.Aku lahir dan dibesarkan disana selama 7 tahun.Bisa dibilang
rumah yang kutinggali saat itu bukan resmi ataupun rumah pribadi orang
tuaku,melainkan seperti kontrakan.Kami bisa tinggal di rumah itu karna Ayahku
bekerja di perusahaan yang mempunyai hak penuh atas perumahan di daerah
kami.Bisa dibilang kami di usir dari rumah jika ayahku sudah tidak bekerja
disana.Itulah yang orang tua ku pikirkan hingga mereka sepakat dan telah
menyiapkan segelintir dana untuk membeli rumah murah yang tidak jauh dari
perusahaan agar tidak ada lagi rasa khawatir jika ayahku di PHK atau pensiun
kelak.Pada akhirnya orang tuaku menemukan rumah dengan harga yang kurang
wajar.Rumah tersebut berada di sebuah gang yang bernama 'Nur'.Rumah tersebut
memiliki 3 tingkat/lantai,memiliki 4 kamar dan memiliki halaman yang cukup
menampung 1 mobil dan 2 motor.Yang membuat ayah dan ibuku terkejut adalah harga
rumahnya cuma 35 jt.Orang tua ku pun setuju membeli rumah tersebut dan secepatnya
memindahkan barang-barang yang ada di blok(perumahan) dan juga aku disuruh
pindah ke sekolah karena jarak rumah dengan sekolah baruku sangat
dekat(sekolahnya berada di gang ).Saat itu aku merasa sedih karena aku harus
berpisah dengan teman-teman blok.Seluruh kenangan indah dan menyeramkan yang
ada disana sangatlah membuatku sedih.
Setelah itu,akupun memulai kehidupan baru ku di gang itu.Awalnya
aku merasa aneh kenapa aku setiap anak sekolah,orang dewasa dll yang memandang
aneh rumahku itu.Rupanya aku baru mengetahui alasan kenapa rumah ini sangat
murah adalah terdapat kisah angker yang banyak diketahui bukan hanya warga di
gang tersebut namun hampir satu desa mengetahui kalau rumah ini angker(kalau
aku ceritain kisahnya bisa jadi novel nih hahaha).Akan tetapi orang tua ku
tidak peduli karena mereka emang gak takut dengan yang begituan,yah karena
sering ngaji di rumah itu rasanya rasa angker mulai menghilang.
Karena rumor itu,aku pun merasa kalau kehidupan ku di gang akan
terasa hampa dan sulit.Akan tetapi malah terjadi sebaliknya,Aku memiliki banyak
teman disana.Hal-hal yang aku cinta terhadap kehidupan di gang ini adalah rasa
religius serta kemanusiian di sini sangatlah erat.Bulan-bulan hari raya islam
seperti Ramadhan,lebaran,maulid rasanya sangat meriah berbeda dengan
kehidupanku dulu di blok.Rumor rumahku pun semakin menghilang(dan gang inilah
yang sudah membuang rumor itu).Itulah mengapa aku begitu mencintai gang yang
sangat sesuai dengan namanya yaitu cahaya.

