Selasa, 27 Oktober 2020

Aku dan Gang Nur,tempat tinggal impianku.

    



 Assalamu'alaikum.Namaku Mufizdul,seorang remaja yang ingin sedikit membagikan kisah hidupnya tentang tempat yang saat ini aku sebut sebagai tempat tercinta.

 Aku awalnya tinggal di sebuah perumahan buruh swasta yang berada di Desa Kuala Dua,Kubu Raya Kalimantan Barat.Aku lahir dan dibesarkan disana selama 7 tahun.Bisa dibilang rumah yang kutinggali saat itu bukan resmi ataupun rumah pribadi orang tuaku,melainkan seperti kontrakan.Kami bisa tinggal di rumah itu karna Ayahku bekerja di perusahaan yang mempunyai hak penuh atas perumahan di daerah kami.Bisa dibilang kami di usir dari rumah jika ayahku sudah tidak bekerja disana.Itulah yang orang tua ku pikirkan hingga mereka sepakat dan telah menyiapkan segelintir dana untuk membeli rumah murah yang tidak jauh dari perusahaan agar tidak ada lagi rasa khawatir jika ayahku di PHK atau pensiun kelak.Pada akhirnya orang tuaku menemukan rumah dengan harga yang kurang wajar.Rumah tersebut berada di sebuah gang yang bernama 'Nur'.Rumah tersebut memiliki 3 tingkat/lantai,memiliki 4 kamar dan memiliki halaman yang cukup menampung 1 mobil dan 2 motor.Yang membuat ayah dan ibuku terkejut adalah harga rumahnya cuma 35 jt.Orang tua ku pun setuju membeli rumah tersebut dan secepatnya memindahkan barang-barang yang ada di blok(perumahan) dan juga aku disuruh pindah ke sekolah karena jarak rumah dengan sekolah baruku sangat dekat(sekolahnya berada di gang ).Saat itu aku merasa sedih karena aku harus berpisah dengan teman-teman blok.Seluruh kenangan indah dan menyeramkan yang ada disana sangatlah membuatku sedih.




Setelah itu,akupun memulai kehidupan baru ku di gang itu.Awalnya aku merasa aneh kenapa aku setiap anak sekolah,orang dewasa dll yang memandang aneh rumahku itu.Rupanya aku baru mengetahui alasan kenapa rumah ini sangat murah adalah terdapat kisah angker yang banyak diketahui bukan hanya warga di gang tersebut namun hampir satu desa mengetahui kalau rumah ini angker(kalau aku ceritain kisahnya bisa jadi novel nih hahaha).Akan tetapi orang tua ku tidak peduli karena mereka emang gak takut dengan yang begituan,yah karena sering ngaji di rumah itu rasanya rasa angker mulai menghilang.

Karena rumor itu,aku pun merasa kalau kehidupan ku di gang akan terasa hampa dan sulit.Akan tetapi malah terjadi sebaliknya,Aku memiliki banyak teman disana.Hal-hal yang aku cinta terhadap kehidupan di gang ini adalah rasa religius serta kemanusiian di sini sangatlah erat.Bulan-bulan hari raya islam seperti Ramadhan,lebaran,maulid rasanya sangat meriah berbeda dengan kehidupanku dulu di blok.Rumor rumahku pun semakin menghilang(dan gang inilah yang sudah membuang rumor itu).Itulah mengapa aku begitu mencintai gang yang sangat sesuai dengan namanya yaitu cahaya.

Minggu, 25 Oktober 2020

Perkenalan sederhana

Assalamu'alaikum
Nama saya Mufizdul Kubra 
Saya maba IAIN PTK prodi PAI
Saya kelas 1 E
Insya Allah siap menghadapi kuliah hingga wisuda

SEMESTER 5 KU

  Pada waktu azan subuh berkumandang,Ayah ku datang membangunkanku untuk pergi solat.Surau di tempatku lumayan dekat dari rumah walaupun kal...