Pengalaman Kuliah di
Semester 2
Assalamualaikum,
Seperti biasanya gua akan menceritakan pengalaman pribadi gua selama menjadi
mahasiswa IAIN Pontianak khususnya di Semester 2 yang sudah saya selesaikan.
Oke pertama-tama saya mengutarakan isi pikiran gw selama ini mengenai sistem
pembelajaran DARING yang membuat pikiran saya berkesinambungan.
Gue awalnya
menyukai sistem belajar daring bahkan merasa sangat senang karena tidak perlu
bolak balik ke kampus untuk masuk kelas. Selain itu juga saya bisa mengerjakan
tugas sambil bekerja di toko yang letaknya dekat rumah ibarat belajar tapi
dapat uang.
Namun semakin
lama rasanya jika sistem ini tetap lanjut mungkin aku akan kesulitan untuk
menggapai cita-citaku sebagai seorang guru. Alasan utamaku berfikir seperti itu
karena belajar daring ini sama sekali tidak mempunyai visi yang jelas mulai
dari tugas yang dosen yang seenaknya
diberikan tanpa adanya penjelasan atau materi yang membuat mahasiswa nya
juga seenaknya mencari jawaban dengan cara apapun tanpa harus ketahuan apakah
itu mencontek atau tidak. Sama sekali tidak menambah wawasan baik secara
mental(pengalaman) maupun ilmu. Sistem tersebut secara tidak langsung mengubah
mindset mahasiswa untuk lebih mementingkan nilai dibandingkan ilmu. Untuk itu
aku sempat merasa bahwa belajar secara online ini merupakan pembelajaran yang
sia-sia,uang habis namun tidak merasakan sedikitpun rasa puas menjadi seorang
mahasiswa.
Balik kembali
ke cerita saat aku di semester 2,ada banyak sekali cerita walaupun sebagian
besar cerita itu sangat membosankan. Sebelum memasuki Semester 2 seperti
biasanya kami sebagai mahasiswa melakukan pengisian KRS. Setelah mengisi
KRS,kami tinggal menunggu tanggal masuk kuliah yang akan dilaksanakan pada hari
minggu berikutnya yaitu bertepatan pada hari Senin.
Hari pertama tepatnya hari dimana saya memulai
kebiaasan yang berpaku pada karier dan masa depan saya.Beberapa kebiasaan yang
dulu saya selalu lakukan seperti rebahan,main game dan berdagang kecil-kecilan
sudah harus saya kurangi sedikit walaupun rasanya lumayan susah.Hal yang saya
takutkan atau yang saya khawatirkan bukanlah takut kalau bertemu dengan dosen
ataupun tugas yang menumpuk karena memang kalau sudah kuliah pasti tidak akan
lari dari yang namanya tugas.Akan tetapi hal yang sampai saat ini saya
khawatirkan yaitu saya masih bersikap acuh dan malas terhadap tugas yang
diberikan kepada saya.Cukuplah masa SMA saya bersikap seperti itu,untuk itulah
saya memulai sedikit menghilangkan kebiasaan yang tidak bermanfaat itu.Di hari
pertama lah saya sudah sedikit berifikir bahwa sudah waktunya untuk
mengandalkan diri sendiri.Baiklah saat nya untuk menceritakan kisah saya
mengahadapi makul sebagai mahasiswa.
Pada waktu azan subuh berkumandang,Ayah ku
datang membangunkanku untuk pergi solat.Surau di tempatku lumayan dekat dari
rumah walaupun kalau subuh itu rasanya sedikit jauh,mungkin karena efek masih
ngantuk kali ya hahaha.Setelah solat aku dan keluargaku melakukan kegiatan
rutin yaitu mengaji bersama-sama.Setelah itu aku mulai membuka gadgetku untuk
mencari informasi tentang kabar soal makul pertamaku hari ini.Biasanya tiap
hari aku selalu eh sering sih mandi di jam 10-an,makan jam 9 dan sikat gigi
sebelum zuhur.Akan tetapi,hari ini semuanya harus dituntaskan sebelum jam
7.Ketika waktu kurang dari 15 menit menuju makul yang pertama,aku sudah berada
di lantai 2 rumah karena sinyal di lantai 1 sedikit hancur/jelek.Ketika jarum
sudah menunjuk ke arah angka 7 akupun langsung memegang gadget ku dan langsung
mengecek apakah makul pertamaku sudah dimulai.Saat dimulai,aku terkejut melihat
jadwal tugas dan persiapan UTS dan UAS yang Subhanallah bikin jiwa pemalas ku
bergetar.Ya sudah resiko kalo mau harapan terwujud,ibarat pepatah merakit-rakit
dahulu bersenang-senang kemudian.Mau tidak mulai harus mengandalkan diri
sendiri,pandai memilah waktu biar tidak terlalu stress nantinya.Yah intinya tuh
jangan malas dan nunda-nundain tugas sih soalnya menurutku porsi tugas di SMA
aja kalau di tunda bisa numpuk apalagi kalo udah kuliah,waduh bisa stress sih.
Di hari pertama itu aku harus sedikit mengenal
teman kelas ku.Kalo jujur sih aku itu agak sulit berinteraksi sosial di awal
masuk di kampus ini.mulai dari kelas A yang waktu itu aku pillih karena ada
teman sekelas ku waktu SMA jadi aku ada temen yang bisa diajak bicara.Namun
mungkin pihak kampus merasa kalo sistem kelas yang dipilh oleh maba bukanlah
hal yang bagus.Oleh karena itu mereka merombak semuanya,teman-teman ku termasuk
aku terpisah di kelas lain.Tapi bagiku itu tidak terlalu buruk karena mungkin
ini saatnya aku menemukan teman baru.Alhamdulillah aku mulai sedikit mengenal
mereka,sedikit ada tawa karena tingkah mereka yang tidak jauh dari jaman
sebelumnya.Yah walaupun masih sedikit sih yang kukenal karena bukan hanya 40
orang sih yang menurutku sangat banyak dan yang paling susah buatku untuk
berinterkasi sosial dengan mereka karena banyak dari mereka yang tinggal jauh.
Yah walaupun masih banyak
pertemuan-pertemuan dengan dosen,bisa dibilang masih 14 minggu lagi untuk
mengakhiri semester ini.Seperti biasa nya gua(sekali-kali pake bahasa gaul)
melakukan sedikit demi sedikit apa yang di suruh dosen pengampu.Sama seperti
minggu-minggu sebelumnya gua lakuin dengan santai tapi usahakan harus selesai
minimal h-2/3.Cuman minggu ini sedikit berbeda ama minggu sebelumnya,dimana gue
sebagai remaja surau dan anggota hadrah di daerah gua merayakan kegiatan Maulid
Nabi Muhammad SAW yang setiap tahun pasti digelar di daerah gua.Sebagai remaja
surau gua bersama teman-teman ditunjuk sebagai panitia di acara tersebut.Gua
dipilih sebagai MC sekaligus vokal Majelis Syubanul Mustafa.H-1 gua gladi
bersih di surau dari pagi sampai dekat menjelang zuhur.Setelah itu gua bersama
teman hadrah gua latihan untuk persiapan nanti malam.
Dan
malam pun tiba.Acara tersebut mulai setelah ba’da Isya di surau gua.Seperti
biasanya sebelum acara dimulai,gua dan teman hadrah mulai tampil menyanyikan
lantunan sholawat sambil menunggu jama’ah dan Ustad datang ke acara
tersebut.Setelah ustad datang,kami lansung berdiri untuk melakukan mahalul
qiyam sampai selesai.Selanjutnya gua sebagai pembawa acara memimpin acara
tersebut hingga selesai.Walaupun masih sangat terbata-bata(sedikit gugup) tapi
gua senang karena acaranya sudah selesai dan Alhamdulillah berjalan dengan
lancar.Di malam itu,gua,teman-teman,dan para panitia lainnya membersihkan semua
sampah yang berserakan dan menata kondisi surau kembali seperti
sediakala.Setelah selesai,gua menghadap kepada ustad selaku pimpinan majelis
sebagai rapat penutup.Alhamdulillah selesai semua dan gua pun bisa pulang dan
istirahat karena besoknya jadwal kuliah gua dimulai jam 7 pagi.Keesokan
harinya,seperti biasa gua siapin semuanya mulai dari laptop dan hp serta
sedikit sarapan ringan.Gua itu orangnya kadang suka banget sarapan pagi yang
berat-berat kayak nasi.Namun juga biasanya gua itu seperti mau muntah atau
tiba-tiba aja masih kenyang padahal setiap pagi itu rasanya lapar
banget.Keluarga gua memang suka sarapan pagi,yah karena sarapan diwaktu pagi
itu bagus untuk kesehatan.
Oh
ya,gua lupa ngasih tau.Pas malam setelah acara maulid itu selesai,majelis mau
mengadakan miladnya yang ke-3.Jadi setelah kuliah pada hari rabu gua langsung
pergi rapat dan ditunjuk lagi sebagai MC(ah malas,padahal banyak yang lebih
bagus daripada gua gitu dalam hati wkwkwk).Yah okelah gua pun ditunjuk ama
ustad dan beliau ingin gua semakin berkembang biar tidak ada lagi insiden demam
panggung yang gua rasain(wah seketika gua semangat).Dalam rapat yang dibilang
mendadak itu,gua dan para semua anggota majelis intropeksi diri karena acara
tersebut sebentar lagi diadakan yang mengundang sekitar 100+ orang(bahkan lebih
banyak dari acara maulid di surau).Padahal acara disurau sudah direncanain
sebulan sebelumnya,akan tetapi acara yang lebih banyak ini malah seminggu
sebelum puncak dan masih belum lengkap(lebih parahnya tidak ada proposal)jadinya
kami satu majelis kerja keras dan menyiapkan seadanya karena kurangnya dana
untuk menyiapkan acara tersebut.
sebentar
lagi liburan panjang dimulai.Ada senangnya namun juga ada sedihnya.Apa yang
bikin sedih itulah namanya tugas.Yang lebih parah nya itu karena minggu depan
udah masuk UTS.Jujur walaupun gua ga tahu seperti apa UTS di kehidupan kuliah
dan gimana bentuknya apalagi media nya daring kek gini.Kalau disuruh pilih
enaknya daring apa tatap muka sih gua lebih milih tatap muka lah.Alasannya sih
simpel kalau daring itu sama aja kek tugas biasa walaupun lebih dibanyakin
dikit la.Cuman dalam hal ini yang gua ga setuju karena tugas nya ngerjain di
rumah dan semua orang pasti tau lah kalau hasil kerjaan nya bukan murni dari
otak.Kalaupun ada UTS yang soalnya suruh nalar pun itu ga sebanding tetap aja
nilainya udah tercemar walaupun secara sekarang hal itu udah lazim di
lungkungan pejuang online.Hal yang wajar berikutnya pasti nilai nya pada sama
minimal beda dikit lah.Mudah-mudahan korona ini cepat hilang dan pembelajaran
bisa dilakukan tanpa ada alasan sinyal hilang,kouta sekarat,izin pake filter
demam wkwkw dan lain-lain.
Baiklah
sekarang gua akan ceritain kisah gua.Bukan kisah sih lebih ke impian gue.Salah
satu impian gua yaitu menjadi seorang anak yang tidak lagi merepotkan kedua
orang tuanya.Terlebih lagi gua sebagai anak laki-laki yang bungsu harusnya bisa
memberikan yang lebih baik daripada apa yang kakak abang gua lakukan.Dari 4
saudara,gua memiliki 2 orang kakak laki-laki atau biasa gua sebut abang dan 1
kakak perempuan gua.Semua kakak dan abang gua sudah melewati fase sekolah dan
semua nya pun udah punya kerjaan masing-masing.Jenjang antara umur gua dengan
abang gua yang merupakan anak ketiga dari keluarga saja lumayan jauh.
Jaraknya
sekitar 4/5 tahun-an.Kehidupan gua
memang sedikit berbeda dari kakak abang gua.Bisa dibilang gua terlalu
dimanja oleh orang tua gua sampai bahkan kakak maupun abang gua biasanya iri
dan kesal ama sikap gua juga yang terlalu manja.Hal yang menjadi perbedaan
selanjutnya adalah gua sudah punya sepeda saat Smp.Hal itu merupakan pemberian
termahal bagiku yang tak diberikan ke meraka saat mereka smp.Saat masuk Sma gua
udah punya hp,berbeda dengan mereka yang baru punya hp saat kerja.Hal itulah
yang membuat gua merasa seakan-akan gua itu ga berguna bagi keluarga ini.
Gua jadi
pemalas karena sering di manja.Semua kegiatan baik dapur,kemas-kemas rumah dan
lain-lain lebih dikerjakan oleh orang tua gua.Mereka sudah sering menyuruh gua
namun gua malas melakukannya dan lagi gua orangnya pemarah dan hal itu yang
selalu gua sesali sampai saat ini.Gua selalu saja mengeluh soal diri ini namun
tidak ada satupun yang dapat gua ubah.Sifat malas yang menjadi masalah nomor
satu dan kebiasaan ku yang tak berubah-ubah tidak ada yang gua perbaiki malah
semakin serasa gua ini ga punya kehidupan selain main game,makan dan
tidur.Itu-itu dan itu yang tidak pernah berubah dari diri ini.Wkkwkw gua jadi
curhat kaya gini,yah mau bagaimana lagi memang inilah fakta yang ga akan
berubah sampai kapanpun kalau tidak ada tindakan yang pasti walaupun niat sudah
ada.Niat namun ga berbuat sama saja seperti menghitung pasir di pantai.Ga
selesai-selesai.
Aku hidup di
daerah atau tempat yang memang tidak pernah ada kejadian-kejadian nakal alias
tempat yang tidak mengenal pergaulan bebas.Aku sempat berfikir waktu aku
sekolah di jenjang smp,kenapa teman-temanku waktu smp dulu sudah mengenal yang
namanya cinta.Yah pastinya aku waktu itu masih kelas 7 dan belum mimpi basah
jadinya aku berfikiran seperti itu.
Sampai pada
waktunya aku mengalami pubertas pertamaku pada kelas 8 dan aku mulai menyukai
satu perempuan yang ada di kelas ku itu. Walaupun begitu aku tidak ingin
melakukan hal seperti teman ku yaitu pacaran dengannya.Awalnya aku berfikir
jika pacaran itu adalah hal yang merusak pertemanan sampai akhirnya aku sadar
setelah mendengar ceramah tentang bahayanya pacaran dalam islam.
“Dan janganlah kau dekati zina,sesungguhnya
zina itu adalah perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk(Al-Isra ayat 32)”
Setelah
mendengar ayat tersebut dan memahaminya berkat ceramah yang aku dengar,aku pun
sudah membulatkan prinsip ku bahwa aku tidak ingin berpacaran hingga aku mendapatkan
pasangan yang sah.Walaupun dalil tersebut sudah jelas dan memiliki sebuah dosa
dan dampak yang berbahaya bagi pelakunya sendiri namun dari smp sampai ke
Madrasah Aliyah yang kuanggap tempat dimana aku bisa berkumpul dengan orang
yang sama dengan prinsip ku ini pun sama halnya dengan sekolah-sekolah pada
umumnya.Bahkan aku tak menduga bahwa hampir separuh teman sekelasku sudah
pernah dan ada yang masih berpacaran hingga saat aku keluar dari Madrasah.
Di Madrasah
itu juga aku mulai perlahan goyah dari prinsip yang aku jalani selama ini.Aku
mengenal sesosok wanita yang kriterianya sangat aku idamkan untuk menjadi
pasangan kelak ku.Kami awalnya hanya berteman biasa,namun itu berubah saat
menuju fase akhir di semester itu.Aku mempunyai cara untuk berteman,semua
temanku kuperlakukan dengan cara yang sama yah dari cara berbicara.Mau itu
laki-laki ataupun perempuan aku tetap berbicara dengan mereka seperti
biasanya.Namun kali ini berbeda jika aku berbicara dengannya.Dia itu suka
dengar komedi dan lawakan yang aku buat padahal teman-teman yang telah kenal
sama aku malah nganggap aku itu tidak lucu.Yah antara humornya dia receh atau
gimana aku tidak tahu,yang penting dia suka dengar aku ngelawak.Selain dia juga
sering curhat,paling sering sih masalah agama karena memang walaupun aku belum
tahu tapi untuk pertanyaannya itu lebih ke dasar-dasar pemahaman dan
alhamdulillah aku dapat menjawab beberapa pertanyaanya..
Makin lama,aku
jadi lebih sering ngechat dia dibandingkan dengan hanya iseng di grup kelas
aku.Semakin larut,makin larut hingga aku lupa bahwa aku telah melanggar prinsip
ku sendiri.Begitu bodohnya aku yang terhasut karena nafsu dan janji-janji yang
aku tahu bahwa hampir mustahil aku bisa menepatinya.Akan tetapi karena nafsu
dan setan yang telah membuatku buta sampai membuat janji itu.Hal yang aku
sesali selama ini,hampir menghancurkan prinsip utama dan telah menghancurkan
prinsip alamku sebagai seorang laki-laki.
Yah masa lalu
di semester 2 itu cukup membosankan menurutku, ya mungkin karena mirip banget
sama semester 1 lalu yang notabenenya DARING dan GARING. Yah segitu lah yang
dapat aku ceritakan. ASSALAMUA’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.