Nama : Mufizdul Kubar
Nim : 12001184
Kelas : 4 E PAI
Mata Pelajaran : Media Pembelajaran
Hari
pertama tepatnya hari dimana saya memulai kebiaasan yang berpaku pada karier
dan masa depan saya.Beberapa kebiasaan yang dulu saya selalu lakukan seperti
rebahan,main game dan berdagang kecil-kecilan sudah harus saya kurangi sedikit
walaupun rasanya lumayan susah.Hal yang saya takutkan atau yang saya
khawatirkan bukanlah takut kalau bertemu dengan dosen ataupun tugas yang
menumpuk karena memang kalau sudah kuliah pasti tidak akan lari dari yang
namanya tugas.Akan tetapi hal yang sampai saat ini saya khawatirkan yaitu saya
masih bersikap acuh dan malas terhadap tugas yang diberikan kepada
saya.Cukuplah masa SMA saya bersikap seperti itu,untuk itulah saya memulai
sedikit menghilangkan kebiasaan yang tidak bermanfaat itu.Di hari pertama lah
saya sudah sedikit berifikir bahwa sudah waktunya untuk mengandalkan diri sendiri.Baiklah
saat nya untuk menceritakan kisah saya mengahadapi makul sebagai mahasiswa.
Pada
waktu azan subuh berkumandang,Ayah ku datang membangunkanku untuk pergi
solat.Surau di tempatku lumayan dekat dari rumah walaupun kalau subuh itu
rasanya sedikit jauh,mungkin karena efek masih ngantuk kali ya hahaha.Setelah
solat aku dan keluargaku melakukan kegiatan rutin yaitu mengaji
bersama-sama.Setelah itu aku mulai membuka gadgetku untuk mencari informasi
tentang kabar soal makul pertamaku hari ini.Biasanya tiap hari aku selalu eh
sering sih mandi di jam 10-an,makan jam 9 dan sikat gigi sebelum zuhur.Akan
tetapi,hari ini semuanya harus dituntaskan sebelum jam 7.Ketika waktu kurang
dari 15 menit menuju makul yang pertama,aku sudah berada di lantai 2 rumah karena
sinyal di lantai 1 sedikit hancur/jelek.Ketika jarum sudah menunjuk ke arah
angka 7 akupun langsung memegang gadget ku dan langsung mengecek apakah makul
pertamaku sudah dimulai.Saat dimulai,aku terkejut melihat jadwal tugas dan
persiapan UTS dan UAS yang Subhanallah bikin jiwa pemalas ku bergetar.Ya sudah
resiko kalo mau harapan terwujud,ibarat pepatah merakit-rakit dahulu
bersenang-senang kemudian.Mau tidak mulai harus mengandalkan diri
sendiri,pandai memilah waktu biar tidak terlalu stress nantinya.Yah intinya tuh
jangan malas dan nunda-nundain tugas sih soalnya menurutku porsi tugas di SMA
aja kalau di tunda bisa numpuk apalagi kalo udah kuliah,waduh bisa stress sih.
Dulu waktu aku lulus SD,ibuku suruh masuk
pesantren.Yah karena dulu cita-cata ku ingin menjadi seorang
penceramah,ustad,Syekh dan lain-lain.Wajar aja sih ibu sampai maksain buat
mondok.Tapi karena aku nya yang tidak mau dan juga ekonomi keluarga saat itu
emang lagi menipis jadi aku masuk smp negeri,selain biaya nya irit juga dekat
dengan rumah.Aku dulu itu pergi kesekolah pake sepeda,biasanya sih diantar pake
motor kalau orang tua ama kakak lagi libur atau ada izin gitu lah.Di SMP ku lah
aku sedikit mengetahui apa itu nakal yang sesungguhnya.Yah di SD kan aku cuman
tau main,belajar dan yah panjang lah.Ada banyak eskul yang aku ikutin karena
waktu itu emang aku lagi rajin-rajinnya ikut kegiatan,beda sekali ama yang
sekarang wkwkwk.Eskul yang aku ikutin itu yang pertama Rohis,yang kedua
hadrah,yang ketiga pramuka dan yang keempat Kempo(bela diri semacam karate dari
jepang).Dari keempat eskul itu pramuka merupakan hal yang paling ngebosenin
kalau menurut aku ya,soalnya mungkin entah itu dari susunan kegiatan yang tak
semeriah di sekolah lain atau emang aku tidak suka aja gitu,masih bingung
sih.Selanjutnya sih kalau yang paling aku suka itu kempo,yah walaupun hanya
setahun lebih tapi pengalaman dan kenang-kenangannya seru abis.Terus yang aku
suka walaupun kempo tetap number 1 bagi aku yaitu Rohis.Eskul ini merupakan
eskul yang paling lama yang aku ikutin yah dari kelas 1 ampe kelas 3 yang
katanya sudah tidak diperbolehkan untuk mengikuti eskul untuk persiapan
UN(sebenarnya sih bukan ga boleh tapi lebih tepatnya disarankan untuk pensi
gitu).Namun aku masih ikut karena menurutku Rohis gak banyak nyita waktuku.Hal
yang kusuka dari Rohis yang pertama yaitu pembimbingnya sekaligus guru agama ku
di sekolah.Mau itu guru kelas 1,2 ataupun 3 mereka hebat banget
menurutku.Baik,dermawan ama murid,kalau ada salah langsung di tegur dan
lainnya.Dari eskul itu aku banyak belajar tentang hapalan,cara menjadi
penasehat agama yang baik,belajar hadrah dan lain-lain(perasaan kata ini keluar
terus wkwkwkw biar nambah kata-kata).
Ada
hal yang unik dari sekolahku,mulai dari bangunan,jalan hingga kisah-kisah
mistis wkwkwk(ini waktu smp ya).Sekolah ku ini tepat berada di dalam sebuah
gang,disamping gang ada kantor polisi,di seberang gang ada puskesmas,didekatnya
lagi ada makam dan ga jauh dari bandara,waw terlalu strategis menurut gua.Di
depan gang juga ada pangkalan angkot yang setia menunggu kehadiran murid yang
pulang.Terdapat juga kisah mistis yang menurutku sangat sangat panjang buat di
ceritain.Oke jadi aku ambil cerita yang populer aja.Di dalam sekolah terdapat 2
wc laki2 dan 2 wc pr.Di wc laki-laki alhamdulillah walaupun bau kehidupannya
menyengat tapi ga ad cerita aneh gitu.Yang jadi cerita aneh yaitu 1 wc pr yang
sengaja dikunci yang katanya disana ada sering ada kasus kerasukan,jadi dikunci
deh dan katanya aura nya bikin merinding huh.
aku
bingung mau ngomongin apa nih.Oh aku mau cerita soal kisah Di kompleks
perusahaan tempat tinggalku dulu aja ya.Ceritanya lumayan horor sih menurut gua
karena yang bisa gua kenang disana cuman mimpi buruk,cerita tetangga liat
pocong dll.Ya mungkin karena disana hutan dan rumah besebrangan.Bingung gua mau
mulai dari mana,awalnya sih gua sering banget mimpi buruk waktu tinggal disana.Mulai
dari dikejar kunti,di jumpscare pocong sampai nemuin genderuwo.Orang tuaku
khsusnya ibu paling sering kedapatan ngelihat setan.Aku juga ga tau apakah
emang setan itu suka ganggu ibu gua atau ibu emang memiliki indra keenam.Ada
beberapa kejadian yang menurut gua itu ga akan hilang di pikiran
gua.Pertama,waktu itu gua pernah ngalamin mimpi buruk yang sangat gue takutin
hingga saat ini,saking takutnya gua waktu itu gua sempat demam tinggi.Anehnya
waktu malam itu ayahku terkejut mendengar suara anak kecil yang sedang main di
luar.Lebih terkejutnya lagi yang ayahku liat diluar itu adalah aku yang sedang
bermain kelereng sendiri namun seakan-akan ada orang yang bermain denganku pada
malam itu.Ayahku pun heran padahal waktu itu pintu rumah terkunci rapat.Ayahku
langsung menuju ke kamar,dan aku masih tertidur di kamar.Melihat hal ghoib itu
besoknya aku dan ayahku pergi ke tempat orang pintar(dukun).Karena waktu itu
ilmu agama orang tua ku belum kuat dan sulit sekali mencari peruqyah pada saat
itu jadi mereka masih mempercayai hal tersebut.Pada saat diriku diterawang,kata
dukun itu ada sekelompok makhluk ghoib yang terlihat pada waktu itu.Katanya
waktu kejadian aku bermain di luar itu adalah sesosok tuyul dan orang yang ada
di sampingnya merupakan penunggu di kompleks itu.Sangat besar dan biasanya
disebut genderuwo.
Kejadian
horor berikutnya dialami oleh bibi ku yang sudah sejak lama diganggu makhluk
halus.Waktu itu bibiku datang ke rumah untuk membahas soal gaib sekaligus minta
tolong kepada ayahku(dulu ayahku pernah sedikit belajar di dunia perdukunan).Setelah
berbincang banyak hal,bibi ku tiba-tiba dirasuki jin.Aku yang waktu itu dengan
kakakku yang sedang asyik menonton tv langsung dan berlari ke arah dapur
setelah mendengar suara entah itu tangisan atau tertawa pokoknya suara itu
bergema sampai ujung kompleks.Bahkan anak kecil yang tadi nya bermain di ujung
komplek itu ketakutan dan ada yang menangis.Setelah sekitar 1 jam-an.Ayahku
yang sendirian mennghadapi bibiku yang sedang kerasukan itu(setahuku ayahku
membaca doa-doa pengusir setan dan menyemburkan air yang sudah di
bacakan),namun hal itu tak kunjung selesai.Kemudian ayahku memerintahkan paman
dan abang ku untuk memanggil dukun.Tak lama kemudian dukun tersebut datang dan
lansung mengambil alih serta menenangkan suasana di kompleks yang sudah tau
akan hal itu.
Dari
sekian banyak hal-hal horor yang aku alamin cuman 2 kejadian itu yang sangat
membekas di pikiran ku itu.Setelah pindah rumah,aku dan keluargaku sudah jarang
mendengar hal-hal gaib kecuali pada awal-awal pindah itu saja karena rumah yang
di beli orang tua ku dengan harga sangat murah dulu juga dikenal sebagai rumah
yang cukup terkenal angker dikalangan masyarakat setempat.
Lanjut
tentang rumahku yang dulunya angker.Sebelumnya aku tinggal di kompleks
perusahaan tempat ayahku dulu bekerja.Karena sudah hampir pensiun,orang tuaku
mencari rumah baru yang murah dan letaknya tidak jauh dari perusahaan sebab
ayahku masih bisa bekerja hingga 4 tahun ke depan.Alhamdulillah dapat juga
rumah yang diharapkan orang tuaku.Rumah itu terletak di jln Adisucipto gg
Nur.Harga rumah tersebut sempat membuat orang tuaku tercengang karena rumah itu
memiliki halaman yang mampu menampung 2 mobil dan 2 motor.Bukan hanya itu saja,terdapat
3 lantai dan bagian luar serta dapurnya sudah disemen.Harganya cuman 35
juta,waw kata orang tuaku.
Namun,ada
hal yang pastinya membuat rumah itu memiliki harga yang fantastis di jaman aku
masih sd.Kata pemilik rumah tersebut,terdapat banyak sekali hal-hal mistis dan
menyeramkan di rumah itu,bahkan hal tersebut menjadi cerita mistis masyarakat
sekitar.Ada sebuah cerita saat rumah itu hendak di jual.Ada seorang pemburu
hewan yang kebetulan sedang lewat di gang tempat rumah itu,mereka terkejut saat
melihat di rumah yang kosong tersebut(pemilik sudah pindah dan sudah berniat
menjual waktu itu),ada sesosok makhluk yang bertanduk dan besar seperti beruang
memandang di balik jendela tepat mengarah ke arah pemburu.Awalnya pemburu itu
terkejut karena aneh melihat ada hewan yang sangat besar melebihi pintu rumah
bisa masuk sedangkan keadaan rumah tidak ada rusak sedikit pun.Pada akhirnya
pemburu itu mencoba menembak sosok di balik jendela tersebut dengan menggunakan
senapan.Setelah di tembak,jendela rumah yang sudah pecah sebagian itu(kaca
jendela gelap)nampak sosok tersebut mengintip dari balik jendela yang sudah bolong
sebagian tersebut ke arah pemburu itu.Pemburu itu panik dan melarikan diri.
Awalnya
orang tuaku tidak percaya akan cerita yang mereka anggap konyol itu,namun
setelah dilihatkan oleh pemilik rumah,memang terdapat kaca yang pecah dan
peluru senapan yang ditemukan di dekat ruang tamu. Waktu pertama aku
datang(waktu itu belum resmi tinggal karena barang masih banyak di perumahan
lama),rumah itu masih penuh dengan sarang laba-laba,suasananya sedikit suram
dan tidak ada lampu penerang karena pemilik rumah yang lama sudah mencabut
segala fasilitas yang ada di rumah itu.Lalu orang tua ku membersihkan rumah itu
serta tidak lupa juga memasang lampu,namun saat itu hanya bisa memasang satu
lampu karena waktu juga sudah larut malam.Banyak kejadian yang terjadi baik
sesudah aku dan keluargaku tinggal maupun pada saat rumah itu kosong selama
beberapa tahun.Kejadian saat malam itu belum aku lupakan sampai saat ini.Waktu
itu abang dan kakak ku masih tinggal di perumahan lama kami.Cuma aku,ayah dan
ibuku yang ada di rumah itu.Waktu sudah menunjukan jam 9,satu jam lagi aku dan
orang tuaku pulang ke perumahan.Pada saat itu ada tetangga di gang dekat rumah
yang ingin berkenalan sekaligus menyuruh ayahku untuk berdiskusi.Ayahku pergi
kesana sedangkan ibuku dan masih tetap di rumah baru ku itu.Aku ketakutan
berada di rumah itu sebab cuman punya satu penerang(warna lampunya oranye lagi
).Banyak masih tentang hal-hal yang menyeramkan dan bahkan aku ga ingin
menceritakannya karena ada beberapa hal yang membuatku trauma sampai saat ini.
Dulu aku
memiliki seorang nenek(orang tua ibuku).Aku tidak memiliki banyak kenangan
dengannya karena beliau telah menghembuskan nafas terakhir waktu aku masih
menginjak kelas 2 Sekolah Dasar.Sebenarnya bisa saja aku tahu sifat nenek itu
seperti apa karena anak-anak beliau yang berjumlah 7 itu termasuk ibu ku yang
merupakan anak pertama dan paling tahu sifat nenek itu seperti apa.Alasan utama
aku tidak memiliki kenangan dengannya karena waktu aku dilahirkan hingga sudah
bersekolah,nenek ku sakit dan terus dipandu oleh keluarga karena sudah tidak
bisa menjalani hidup dengan normal(stroke).
Pada saat
beliau meninggal,seluruh keluargaku baik anak-anaknya hingga cucunya sendiri
kecuali aku menangis rintih seperti kehilangan suatu sosok yang paling
berharga.Aku waktu itu tidak tahu seperti apa nenekku itu,mungkinkah beliau
sangat baik dan berjasa sama keluarga ku atau ada sifat yang membuatku
penasaran. Aku mencoba bertanya kepada ibu ku seperti apa nenek waktu
dulu.Setelah aku ibu ku mengisahkan tentang masa lalu nenek, saat itulah aku
yang sudah beranjak di kelas 3 smp itu mengeluarkan air mata.Andai saja aku
lebih tau sifat nenek waktu itu aku pasti sudah menjerit karena hebatnya
beliau.
“nenekmu itu dulu menurot emak udah
cantek,ramah,sayang same anak. Datok dulu tuh paling tegas same anak e lebeh
dari sekedar garang.adek adek mamak dulu tu sering kenak marah,tapi mamak yang
paling sering soalnye mamak anak yang pertame jadi haros kuat.Mamak tu kesal
gak kenak marah teros tapi kesal mamak tu lah yang ilang karne nenek kau. Nenek
tu paling ndak bise liat anaknye kenak marah.Tiap mamak kenak marah nenek langsung
peluk,buatkan makanan kesukaan mamak same yang selalu merhatikan mamak ketike
datok kau udah kelewatan batas.Waktu mamak mau nikah dulu ngan bapak
kau,neneklah yang paling sibok dan paling semangat waktu itu.Yang paling mamak
suke dari sifat nenek tu pas waktu mamak begadoh ngan bapak kau mamak waktu itu
sempat pulang ke rumah nenek biase lah curhat.Tapi nenek kau langsong bilang ke
emak jangan pernah nak ceritekan atau bawak-bawak masalah rumah tangga ke
nenek, nenek tak maok ikot campor karne malah tambah kerok nanti masalah
e.Nenek kau langsung bilang nanti emak doekan yang terbaek untuk rumah tangga
kau,kau pon janganlah ngeloh teros,bukan sakinah ma wadah warohmah la kalau kau
ngeloh ke emak teros,islam tak ngajarkan kayak gitu,banyak je bedoe biar
masalahnye cepat sesai,cayak yak sme emak.”
Setelah itu aku tahu bahwa nenekku itu
memang orang tua yang terbaik untuk anak-anaknya.Beliau mampu bertahan dan
membuat anak-anaknya sangat menyayanginya dan mereka semua sukses
berkatnya.Selalu tersenyum bahkan saat beliau wafat pun aku melihat senyuman
yang membuatku menangis saat aku mengingatnya.
Sebenarnya aku juga tidak memiliki
kenangan dengan nenek dari ayahku bahkan tidak pernah aku melihat wajah nenekku
karena sudah meninggal sejak ayahku dulu dilahirkan.Padahal aku ingin sekali
tahu seperti apa nenek dari ayahku dulu.Seperti apa beliau,apakah sehebat ibu
dari ibuku atau bahkan lebih menarik lagi.Ntah kenapa aku ingin sekali melihat
masa lalu mereka,mungkin karena aku suka dengan yang namanya kenangan yang
mengisi diary ku ini.