Minggu, 18 September 2022

SEMESTER 4

 

Pengalaman di SEM 4

Baiklah sekarang gua akan ceritain kisah gua.Bukan kisah sih lebih ke impian gue.Salah satu impian gua yaitu menjadi seorang anak yang tidak lagi merepotkan kedua orang tuanya.Terlebih lagi gua sebagai anak laki-laki yang bungsu harusnya bisa memberikan yang lebih baik daripada apa yang kakak abang gua lakukan.Dari 4 saudara,gua memiliki 2 orang kakak laki-laki atau biasa gua sebut abang dan 1 kakak perempuan gua.Semua kakak dan abang gua sudah melewati fase sekolah dan semua nya pun udah punya kerjaan masing-masing.Jenjang antara umur gua dengan abang gua yang merupakan anak ketiga dari keluarga saja lumayan jauh.

Jaraknya sekitar 4/5 tahun-an.Kehidupan gua  memang sedikit berbeda dari kakak abang gua.Bisa dibilang gua terlalu dimanja oleh orang tua gua sampai bahkan kakak maupun abang gua biasanya iri dan kesal ama sikap gua juga yang terlalu manja.Hal yang menjadi perbedaan selanjutnya adalah gua sudah punya sepeda saat Smp.Hal itu merupakan pemberian termahal bagiku yang tak diberikan ke meraka saat mereka smp.Saat masuk Sma gua udah punya hp,berbeda dengan mereka yang baru punya hp saat kerja.Hal itulah yang membuat gua merasa seakan-akan gua itu ga berguna bagi keluarga ini.

Gua jadi pemalas karena sering di manja.Semua kegiatan baik dapur,kemas-kemas rumah dan lain-lain lebih dikerjakan oleh orang tua gua.Mereka sudah sering menyuruh gua namun gua malas melakukannya dan lagi gua orangnya pemarah dan hal itu yang selalu gua sesali sampai saat ini.Gua selalu saja mengeluh soal diri ini namun tidak ada satupun yang dapat gua ubah.Sifat malas yang menjadi masalah nomor satu dan kebiasaan ku yang tak berubah-ubah tidak ada yang gua perbaiki malah semakin serasa gua ini ga punya kehidupan selain main game,makan dan tidur.Itu-itu dan itu yang tidak pernah berubah dari diri ini.Wkkwkw gua jadi curhat kaya gini,yah mau bagaimana lagi memang inilah fakta yang ga akan berubah sampai kapanpun kalau tidak ada tindakan yang pasti walaupun niat sudah ada.Niat namun ga berbuat sama saja seperti menghitung pasir di pantai.Ga selesai-selesai.

Aku hidup di daerah atau tempat yang memang tidak pernah ada kejadian-kejadian nakal alias tempat yang tidak mengenal pergaulan bebas.Aku sempat berfikir waktu aku sekolah di jenjang smp,kenapa teman-temanku waktu smp dulu sudah mengenal yang namanya cinta.Yah pastinya aku waktu itu masih kelas 7 dan belum mimpi basah jadinya aku berfikiran seperti itu.

Sampai pada waktunya aku mengalami pubertas pertamaku pada kelas 8 dan aku mulai menyukai satu perempuan yang ada di kelas ku itu. Walaupun begitu aku tidak ingin melakukan hal seperti teman ku yaitu pacaran dengannya.Awalnya aku berfikir jika pacaran itu adalah hal yang merusak pertemanan sampai akhirnya aku sadar setelah mendengar ceramah tentang bahayanya pacaran dalam islam.

“Dan janganlah kau dekati zina,sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk(Al-Isra ayat 32)”

Setelah mendengar ayat tersebut dan memahaminya berkat ceramah yang aku dengar,aku pun sudah membulatkan prinsip ku bahwa aku tidak ingin berpacaran hingga aku mendapatkan pasangan yang sah.Walaupun dalil tersebut sudah jelas dan memiliki sebuah dosa dan dampak yang berbahaya bagi pelakunya sendiri namun dari smp sampai ke Madrasah Aliyah yang kuanggap tempat dimana aku bisa berkumpul dengan orang yang sama dengan prinsip ku ini pun sama halnya dengan sekolah-sekolah pada umumnya.Bahkan aku tak menduga bahwa hampir separuh teman sekelasku sudah pernah dan ada yang masih berpacaran hingga saat aku keluar dari Madrasah.

Di Madrasah itu juga aku mulai perlahan goyah dari prinsip yang aku jalani selama ini.Aku mengenal sesosok wanita yang kriterianya sangat aku idamkan untuk menjadi pasangan kelak ku.Kami awalnya hanya berteman biasa,namun itu berubah saat menuju fase akhir di semester itu.Aku mempunyai cara untuk berteman,semua temanku kuperlakukan dengan cara yang sama yah dari cara berbicara.Mau itu laki-laki ataupun perempuan aku tetap berbicara dengan mereka seperti biasanya.Namun kali ini berbeda jika aku berbicara dengannya.Dia itu suka dengar komedi dan lawakan yang aku buat padahal teman-teman yang telah kenal sama aku malah nganggap aku itu tidak lucu.Yah antara humornya dia receh atau gimana aku tidak tahu,yang penting dia suka dengar aku ngelawak.Selain dia juga sering curhat,paling sering sih masalah agama karena memang walaupun aku belum tahu tapi untuk pertanyaannya itu lebih ke dasar-dasar pemahaman dan alhamdulillah aku dapat menjawab beberapa pertanyaanya..

Makin lama,aku jadi lebih sering ngechat dia dibandingkan dengan hanya iseng di grup kelas aku.Semakin larut,makin larut hingga aku lupa bahwa aku telah melanggar prinsip ku sendiri.Begitu bodohnya aku yang terhasut karena nafsu dan janji-janji yang aku tahu bahwa hampir mustahil aku bisa menepatinya.Akan tetapi karena nafsu dan setan yang telah membuatku buta sampai membuat janji itu.Hal yang aku sesali selama ini,hampir menghancurkan prinsip utama dan telah menghancurkan prinsip alamku sebagai seorang laki-laki.

Pusing,pusing banget rasanya karena mata kuliah ini membuat otak harus terus berfikir dan bekerja dengan baik.Siapa lagi kalau bukan filsafat Ilmu.Yah mata kuliah ini tugasnya sih sederhana dan tidak banyak tingkah.Namun hal yang membuat pelajaran ini susah karena 2 hal menurutku. Pertama,aku memang belum pernah mempelajari mata kuliah ini selama aku bersekolah.Bukan karena aku malas tapi memang pelajaran seperti ini tidak cocok untuk anak-anak sekolah alias pelajaran berat. Kedua,sesuai dengan definisinya yaitu ilmu yang membuat seseorang terus bertanya dan sebuah pertanyaan akan menghasilkan sebuah jawaban yang kemudian jawaban tersebut dipertanyakan lagi.Hal inilah yang membuatku bertanya-tanya kenapa kuliah sesulit ini hahahaha.

Yah selain itu juga banyak sekali materi-materi yang tidak bisa dipahami secara langsung karena terdapat istilah asing yang perlu dijelaskan secara etimologi dan terminologinya.Tapi hal yang kusuka yaitu dosennya yang tidak terlalu ribet dalam memberikan tugas karena beliau juga memberikan beberapa langkah berupa materi yang beliau sajikan sehingga kami yang diampunya dapat sedikit memahami materi dan tugas yang diberikan. Ilmu yang aku ingat sampai sekarang adalah tentang 3 cabang filsafat yaitu Ontologi,Epistemologi,dan aksiologi. Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang keberadaan sesuatu.Tujuannya yaitu agar kita mampu/sadar tentang realita yang terjadi dan bagaimana penampakannya. Epistemologi adalah bahasan-bahasan tentang pengetahuan.Terdapat 2 bahasan dalam epistemologi yaitu rasionalisme dan empirisme. Aksiologi juga merupakan bahasan yang membahas permasalahan nilai.Terbagi menjadi dua bahasan yaitu etika dan estetika. Hanya ketiga cabang itu yang aku ingat dari sekian banyak pembahasan-pembahasan mengenai filsafat ilmu.Jujur,untuk mata kuliah ini aku harus benar-benar berfikir keras karena pemahamannya tinggi sekali.

                Yah kali ini aku akan menceritakan tentang kisah Bilal Bin Rabbah yang merupakan Sahabat Nabi saw. Namanya adalah Bilal bin Rabah, Muazin Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, memiliki kisah menarik tentang sebuah perjuangan mempertahankan aqidah. Sebuah kisah yang tidak akan pernah membosankan, walaupun terus diulang-ulang sepanjang zaman. Kekuatan alurnya akan membuat setiap orang tetap penasaran untuk mendengarnya. Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus-Sauda’ (putra wanita hitam).

Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Mekah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayah mereka meninggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir. Ketika Mekah diterangi cahaya agama baru dan Rasul yang agung Shalallahu ‘alaihi wasallam mulai mengumandangkan seruan kalimat tauhid, Bilal adalah termasuk orang-orang pertama yang memeluk Islam. Saat Bilal masuk Islam, di bumi ini hanya ada beberapa orang yang telah mendahuluinya memeluk agama baru itu, seperti Ummul Mu’minin Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abu Thalib, ‘Ammar bin Yasir bersama ibunya, Sumayyah, Shuhaib ar-Rumi, dan al-Miqdad bin al-Aswad. Bilal merasakan penganiayaan orang-orang musyrik yang lebih berat dari siapa pun. Berbagai macam kekerasan, siksaan, dan kekejaman mendera tubuhnya. Namun ia, sebagaimana kaum muslimin yang lemah lainnya, tetap sabar menghadapi ujian di jalan Allah itu dengan kesabaran yang jarang sanggup ditunjukkan oleh siapa pun. Orang-orang Islam seperti Abu Bakar dan Ali bin Abu Thalib masih memiliki keluarga dan suku yang membela mereka. Akan tetapi, orang-orang yang tertindas (mustadh’afun) dari kalangan hamba sahaya dan budak itu, tidak memiliki siapa pun, sehingga orang-orang Quraisy menyiksanya tanpa belas kasihan. Quraisy ingin menjadikan penyiksaan atas mereka sebagai contoh dan pelajaran bagi setiap orang yang ingin mengikuti ajaran Muhammad. Kaum yang tertindas itu disiksa oleh orang-orang kafir Quraisy yang berhati sangat kejam dan tak mengenal kasih sayang, seperti Abu Jahal yang telah menodai dirinya dengan membunuh Sumayyah. Ia sempat menghina dan mencaci maki, kemudian menghunjamkan tombaknya pada perut Sumayyah hingga menembus punggung, dan gugurlah syuhada pertama dalam sejarah Islam. Sementara itu, saudara-saudara seperjuangan Sumayyah, terutama Bilal bin Rabah, terus disiksa oleh Quraisy tanpa henti. Biasanya, apabila matahari tepat di atas ubun-ubun dan padang pasir Mekah berubah menjadi perapian yang begitu menyengat, orang-orang Quraisy itu mulai membuka pakaian orang-orang Islam yang tertindas itu, lalu memakaikan baju besi pada mereka dan membiarkan mereka terbakar oleh sengatan matahari yang terasa semakin terik. Tidak cukup sampai di sana, orang-orang Quraisy itu mencambuk tubuh mereka sambil memaksa mereka mencaci maki Muhammad. Adakalanya, saat siksaan terasa begitu berat dan kekuatan tubuh orang-orang Islam yang tertindas itu semakin lemah untuk menahannya, mereka mengikuti kemauan orang-orang Quraisy yang menyiksa mereka secara lahir, sementara hatinya tetap pasrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kecuali Bilal, semoga Allah meridhainya. Baginya, penderitaan itu masih terasa terlalu ringan jika dibandingkan dengan kecintaannya kepada Allah dan perjuangan di jalan-Nya.

Seperti biasanya gua akan menceritakan pengalaman pribadi gua selama menjadi mahasiswa IAIN Pontianak khususnya di Semester 2 yang sudah saya selesaikan. Oke pertama-tama saya mengutarakan isi pikiran gw selama ini mengenai sistem pembelajaran DARING yang membuat pikiran saya berkesinambungan.

Gue awalnya menyukai sistem belajar daring bahkan merasa sangat senang karena tidak perlu bolak balik ke kampus untuk masuk kelas. Selain itu juga saya bisa mengerjakan tugas sambil bekerja di toko yang letaknya dekat rumah ibarat belajar tapi dapat uang.

Namun semakin lama rasanya jika sistem ini tetap lanjut mungkin aku akan kesulitan untuk menggapai cita-citaku sebagai seorang guru. Alasan utamaku berfikir seperti itu karena belajar daring ini sama sekali tidak mempunyai visi yang jelas mulai dari tugas yang dosen yang seenaknya  diberikan tanpa adanya penjelasan atau materi yang membuat mahasiswa nya juga seenaknya mencari jawaban dengan cara apapun tanpa harus ketahuan apakah itu mencontek atau tidak. Sama sekali tidak menambah wawasan baik secara mental(pengalaman) maupun ilmu. Sistem tersebut secara tidak langsung mengubah mindset mahasiswa untuk lebih mementingkan nilai dibandingkan ilmu. Untuk itu aku sempat merasa bahwa belajar secara online ini merupakan pembelajaran yang sia-sia,uang habis namun tidak merasakan sedikitpun rasa puas menjadi seorang mahasiswa.

Balik kembali ke cerita saat aku di semester 2,ada banyak sekali cerita walaupun sebagian besar cerita itu sangat membosankan. Sebelum memasuki Semester 2 seperti biasanya kami sebagai mahasiswa melakukan pengisian KRS. Setelah mengisi KRS,kami tinggal menunggu tanggal masuk kuliah yang akan dilaksanakan pada hari minggu berikutnya yaitu bertepatan pada hari Senin.

Hari pertama tepatnya hari dimana saya memulai kebiaasan yang berpaku pada karier dan masa depan saya.Beberapa kebiasaan yang dulu saya selalu lakukan seperti rebahan,main game dan berdagang kecil-kecilan sudah harus saya kurangi sedikit walaupun rasanya lumayan susah.Hal yang saya takutkan atau yang saya khawatirkan bukanlah takut kalau bertemu dengan dosen ataupun tugas yang menumpuk karena memang kalau sudah kuliah pasti tidak akan lari dari yang namanya tugas.Akan tetapi hal yang sampai saat ini saya khawatirkan yaitu saya masih bersikap acuh dan malas terhadap tugas yang diberikan kepada saya.Cukuplah masa SMA saya bersikap seperti itu,untuk itulah saya memulai sedikit menghilangkan kebiasaan yang tidak bermanfaat itu.Di hari pertama lah saya sudah sedikit berifikir bahwa sudah waktunya untuk mengandalkan diri sendiri.Baiklah saat nya untuk menceritakan kisah saya mengahadapi makul sebagai mahasiswa.

Pada waktu azan subuh berkumandang,Ayah ku datang membangunkanku untuk pergi solat.Surau di tempatku lumayan dekat dari rumah walaupun kalau subuh itu rasanya sedikit jauh,mungkin karena efek masih ngantuk kali ya hahaha.Setelah solat aku dan keluargaku melakukan kegiatan rutin yaitu mengaji bersama-sama.Setelah itu aku mulai membuka gadgetku untuk mencari informasi tentang kabar soal makul pertamaku hari ini.Biasanya tiap hari aku selalu eh sering sih mandi di jam 10-an,makan jam 9 dan sikat gigi sebelum zuhur.Akan tetapi,hari ini semuanya harus dituntaskan sebelum jam 7.Ketika waktu kurang dari 15 menit menuju makul yang pertama,aku sudah berada di lantai 2 rumah karena sinyal di lantai 1 sedikit hancur/jelek.Ketika jarum sudah menunjuk ke arah angka 7 akupun langsung memegang gadget ku dan langsung mengecek apakah makul pertamaku sudah dimulai.Saat dimulai,aku terkejut melihat jadwal tugas dan persiapan UTS dan UAS yang Subhanallah bikin jiwa pemalas ku bergetar.Ya sudah resiko kalo mau harapan terwujud,ibarat pepatah merakit-rakit dahulu bersenang-senang kemudian.Mau tidak mulai harus mengandalkan diri sendiri,pandai memilah waktu biar tidak terlalu stress nantinya.Yah intinya tuh jangan malas dan nunda-nundain tugas sih soalnya menurutku porsi tugas di SMA aja kalau di tunda bisa numpuk apalagi kalo udah kuliah,waduh bisa stress sih.

Di hari pertama itu aku harus sedikit mengenal teman kelas ku.Kalo jujur sih aku itu agak sulit berinteraksi sosial di awal masuk di kampus ini.mulai dari kelas A yang waktu itu aku pillih karena ada teman sekelas ku waktu SMA jadi aku ada temen yang bisa diajak bicara.Namun mungkin pihak kampus merasa kalo sistem kelas yang dipilh oleh maba bukanlah hal yang bagus.Oleh karena itu mereka merombak semuanya,teman-teman ku termasuk aku terpisah di kelas lain.Tapi bagiku itu tidak terlalu buruk karena mungkin ini saatnya aku menemukan teman baru.Alhamdulillah aku mulai sedikit mengenal mereka,sedikit ada tawa karena tingkah mereka yang tidak jauh dari jaman sebelumnya.Yah walaupun masih sedikit sih yang kukenal karena bukan hanya 40 orang sih yang menurutku sangat banyak dan yang paling susah buatku untuk berinterkasi sosial dengan mereka karena banyak dari mereka yang tinggal jauh.

Yah walaupun masih banyak pertemuan-pertemuan dengan dosen,bisa dibilang masih 14 minggu lagi untuk mengakhiri semester ini.Seperti biasa nya gua(sekali-kali pake bahasa gaul) melakukan sedikit demi sedikit apa yang di suruh dosen pengampu.Sama seperti minggu-minggu sebelumnya gua lakuin dengan santai tapi usahakan harus selesai minimal h-2/3.Cuman minggu ini sedikit berbeda ama minggu sebelumnya,dimana gue sebagai remaja surau dan anggota hadrah di daerah gua merayakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang setiap tahun pasti digelar di daerah gua.Sebagai remaja surau gua bersama teman-teman ditunjuk sebagai panitia di acara tersebut.Gua dipilih sebagai MC sekaligus vokal Majelis Syubanul Mustafa.H-1 gua gladi bersih di surau dari pagi sampai dekat menjelang zuhur.Setelah itu gua bersama teman hadrah gua latihan untuk persiapan nanti malam.

                Dan malam pun tiba.Acara tersebut mulai setelah ba’da Isya di surau gua.Seperti biasanya sebelum acara dimulai,gua dan teman hadrah mulai tampil menyanyikan lantunan sholawat sambil menunggu jama’ah dan Ustad datang ke acara tersebut.Setelah ustad datang,kami lansung berdiri untuk melakukan mahalul qiyam sampai selesai.Selanjutnya gua sebagai pembawa acara memimpin acara tersebut hingga selesai.Walaupun masih sangat terbata-bata(sedikit gugup) tapi gua senang karena acaranya sudah selesai dan Alhamdulillah berjalan dengan lancar.Di malam itu,gua,teman-teman,dan para panitia lainnya membersihkan semua sampah yang berserakan dan menata kondisi surau kembali seperti sediakala.Setelah selesai,gua menghadap kepada ustad selaku pimpinan majelis sebagai rapat penutup.Alhamdulillah selesai semua dan gua pun bisa pulang dan istirahat karena besoknya jadwal kuliah gua dimulai jam 7 pagi.Keesokan harinya,seperti biasa gua siapin semuanya mulai dari laptop dan hp serta sedikit sarapan ringan.Gua itu orangnya kadang suka banget sarapan pagi yang berat-berat kayak nasi.Namun juga biasanya gua itu seperti mau muntah atau tiba-tiba aja masih kenyang padahal setiap pagi itu rasanya lapar banget.Keluarga gua memang suka sarapan pagi,yah karena sarapan diwaktu pagi itu bagus untuk kesehatan.

                Oh ya,gua lupa ngasih tau.Pas malam setelah acara maulid itu selesai,majelis mau mengadakan miladnya yang ke-3.Jadi setelah kuliah pada hari rabu gua langsung pergi rapat dan ditunjuk lagi sebagai MC(ah malas,padahal banyak yang lebih bagus daripada gua gitu dalam hati wkwkwk).Yah okelah gua pun ditunjuk ama ustad dan beliau ingin gua semakin berkembang biar tidak ada lagi insiden demam panggung yang gua rasain(wah seketika gua semangat).Dalam rapat yang dibilang mendadak itu,gua dan para semua anggota majelis intropeksi diri karena acara tersebut sebentar lagi diadakan yang mengundang sekitar 100+ orang(bahkan lebih banyak dari acara maulid di surau).Padahal acara disurau sudah direncanain sebulan sebelumnya,akan tetapi acara yang lebih banyak ini malah seminggu sebelum puncak dan masih belum lengkap(lebih parahnya tidak ada proposal)jadinya kami satu majelis kerja keras dan menyiapkan seadanya karena kurangnya dana untuk menyiapkan acara tersebut.

 

SEMESTER 5 KU

  Pada waktu azan subuh berkumandang,Ayah ku datang membangunkanku untuk pergi solat.Surau di tempatku lumayan dekat dari rumah walaupun kal...